PASSWORD BERINTERAKSI DENGAN AL QUR’AN
شَهۡرُ
رَمَضَانَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰت مِّنَ
ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِ
Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an
sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu
dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)." (QS. Al-Baqarah [2]: 185)
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ
فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
artinya “Sesungguhnya Kami
telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatul Qadar”. ( Al-Qadr ayat 1).
…اِنْ كُنْتُمْ اٰمَنْتُمْ بِاللّٰهِ
وَمَآ اَنْزَلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى
الْجَمْعٰنِۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ٤١
…
jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba
Kami (Nabi Muhammad) pada hari al-furqān (pembeda), yaitu pada hari bertemunya
dua pasukan. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.(Al Anfal 41).
ذلِكَ بِاَنَّ
اللّٰهَ نَزَّلَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اخْتَلَفُوْا فِى
الْكِتٰبِ لَفِيْ شِقَاقٍ ۢ بَعِيْدٍ (البقرة: ١٧٦)
yang demikian itu disebabkan allah telah menurunkan kitab
suci dengan hak. sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang
(kebenaran) kitab suci itu benar-benar dalam perpecahan yang jauh.
A. Pembahasan
1, Password قراءة القرآن :
قرأ،يقرأ،
قِرَاءةٌ، قُرْآنٌ."قَرَأَ آيَاتٍ مِنَ القُرْآنِ" : نَطَقَ
بِأَلْفَاظِهَا عَنْ نَظَرٍ أَوْ عَنْ حِفْظٍ. القراءة قد تكون لكلمة واحدة او قد
تكون لحرف واحد .
Membaca adalah membunyikan lafatnya dengan melihat atau
hafalan, dibaca keras (jaher) atau dibaca lirih (sir). Disebut membaca
itu bisa satu kata bahkan satu huruf. Hal mana sesuai sabda Nabi
SAW:
وَعَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ
اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ
فَلَهُ حَسَنَةٌ وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا , لاَ أَقُوْلُ الم حَرْفٌ
وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْفٌ”
رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ
Ibnu Mas’ud RA. berkata, Rasulullah SAW bersabda,
“Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu
kebaikan. Satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak
mengatakan alif laam miim itu satu huruf, tetapi aliif itu satu huruf, laam itu
satu huruf, dan miim itu satu huruf.” (HR. Tirmidzi, no. 2910. Tirmidzi
mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih). [HR. Tirmidzi, no. 2910. Syaikh Salim
bin ‘Ied Al-Hilaly mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih].
..اقْرَءُوْا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْاٰنِۗ…
Bacalah kalian yang mudah dari Al Qur’an. Membaca dalam hal ini tidak
harus paham apa yang dibaca. Cukup membunyikan huruf-hurufnya sudah
dikatakan membaca.
Pengertian قرأ harus menyuarakan hurufnya, tidak boleh hanya dalam hati.
Sesuatu sabda Nabi SAW:
يقول ﷺ: لا صلاة لمن
لم يقرأ بفاتحة الكتاب (رواه البخاري ومسلم في
الصحيحين)
Tidak (sah) shalat bagi orang yang tidak
membaca Al Fatihah.
2.
Password تلاوة القرآن :
تلا، يَتلُو، تِلاوَةً، فهو
تالٍ، والمفعول مَتْلُوّ ، ﴿وَٱلۡقَمَرِ إِذَا تَلَىٰهَا ٢﴾ تَبِعَهَا طَالِعًا
عِنْد غُرُوبهَا،
تلاوة القرآن بمعنى اتباعه، التلاوة
لا تكن الا لكلمتين فصاعدا ، فهي مثل شيء يتلو شيء كلمة تتلوها الاخر.
Arti bahasanya mengikuti. Seperti ayat 2 As Syam: Demi bulan ketika
mengikuti Matahari. Membaca dalam konteks ini tidak bisa satu huruf atau satu
kata, minimal dua kata atau lebih. Satu kata diikuti yang yang lain. Demikian
pula harus paham yang dibaca karena harus diikuti dengan melaksanakan apa yang
dibaca. Sesuai firman Allah Swt:
ٱلَّذِينَ
ءَاتَيْنَٰهُمُ ٱلْكِتَٰبَ يَتْلُونَهُۥ حَقَّ تِلَاوَتِهِۦٓ أُو۟لَٰٓئِكَ
يُؤْمِنُونَ بِهِۦ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَ .والمراد:
التلاوة مع إعطائها حقَّها من التأمل والعمل بمقتضاها".
Orang-orang
yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan
yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar
kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi .(Al
Baqarah 2:121). Maksud bacaan yang sebenarnya itu dengan memahami secara
mendalam dan mengamalkan pesan-pesannya.
3.
Password القرآن ترتيل:
رتَّلَ
يُرتِّل، ترتيلاً، فهو مُرتِّل، والمفعول مُرتَّل. اقْرَاء بِتُؤَدَةٍ وَتَمَهَّلٍ؛ مُبَيِّنًا
الحُرُوفَ وَالوُقُوف: ما الترتيل فهو التبين و
التفهم و التحقيق و التدقيق في النطق و الاستقامة في اخراجها. رتَّل
القارئُ القُرآنَ: جوَّد تلاوتَه وتأنَّق فيها ولم يعجل
Bacalah dengan cermat dan perlahan; Menampilkan huruf dan berhenti (tajwid). Yang dimaksud dengan tartil adalah kejelasan, pemahaman, penyelidikan, kecermatan pengucapan, dan konsisten dalam penyampaiannya. Pembaca membaca Al-Qur'an: dengan baik, anggun, dan tidak terburu-buru. Sebagaimana firman Allah Swt:
أَوْ
زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا
atau lebih dari seperdua itu.
Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan. (Al
Muzzammil 73:4)
4.
Password تدارس القران
تَدَارَسَ :
[د ر س] . (فعل: خماسي متعد). تَدَارَسْتُ، أتَدَارَسُ، تَدَارَسْ، مصدر
تَدَارُسٌ. 1."تَدَارَسُوا الكِتَابَ" : قَرَأُوهُ وَتحَاوَرُوا فِي
مَعَانِيهِ وَأَفْكَارِهِ لِيَبْقىَ رَاسِخاً فِي ذِهْنِهِمْ. 2."تَدَارَسُوا
مَشْرُوعَ سَفَرِهِمْ إِلَى الجَبَلِ" : نَاقَشُوهُ فِيمَا بَيْنَهُمْ،
عَرَضَ كُلٌّ مِنْهُمْ رَأْيَهُ عَلَى الآخَرِ .
1.“Mereka mempelajari
kitab”: mereka membacanya dan mendiskusikan makna dan gagasannya sehingga tetap
tertanam kuat dalam pikiran mereka. 2. “Mereka mendiskusikan rencana perjalanan
mereka ke gunung”: Mereka mendiskusikannya di antara mereka sendiri, dan
masing-masing dari mereka menyampaikan pendapatnya satu sama lain. Sabda Nabi
SAW:
عَنْ
ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ
جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ
الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ
بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
Artinya, “Dari Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah saw
adalah manusia yang paling lembut terutama pada bulan Ramadhan ketika Malaikat
Jibril As menemuinya, dan adalah Jibril mendatanginya setiap malam di bulan
Ramadhan, dimana Jibril mengajarkannya Al-Quran. Sungguh Rasulullah saw orang
yang paling lembut daripada angin yang berhembus.” (HR. Bukhari).
Dalam kitab Bughyah al-Insan fi Wadza’if Ramadhan, Ibnu
Rajab menjelaskan,
و دل الحديث أيضا على
استحباب دراسة القرآن في رمضان والاجتماع على ذلك، وعرض القرآن على من هو أحفظ له،
وفيه دليل على استحباب الإكثار من تلاوة القرآن في شهر رمضان
Artinya, “Hadits ini juga menunjukan kesunahan bertadarus
Al-Qur’an pada bulan Ramadhan secara berjama’ah. Menyetorkan Al-Qur’an kepada
orang yang lebih hafal darinya. Hadits ini sekaligus menunjukkan kesunahan
memperbanyak membaca Al-Qur’an pada bulan Ramadhan.”
Tidak disebut
tadarus jika membaca Al Qur’an sendiri-sendiri, tanpa interkasi antara satu
dengan lainnya, mekipun dibaca bersama dalam waktu yang bersamaan.
5. Password حملة
القرآنَ :
حمَلَ عن
يَحمِل، حَمْلاً، فهو حامل، والمفعول مَحْمول * حمَل القرآنَ ونحوَه:1- حفظه
"لحامل القرآن آداب خاصَّة" حمَل العلمَ: نقله ورواه.2- عمل به
"حمل مبادئَ الحزب-
Hamala Al-Qur'an dan sejenisnya: 1- Menghafalnya.
"Penghafal Al-Qur'an dengan adab
yang khusus." Hamala ilmu: menularkannya dan meriwayatkannya. Menjalankan
prinsip-prinsip partai. Firman Allah SWT:
مَثَلُ ٱلَّذِينَ
حُمِّلُوا۟ ٱلتَّوْرَىٰةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ ٱلْحِمَارِ يَحْمِلُ
أَسْفَارًۢا ۚ بِئْسَ مَثَلُ ٱلْقَوْمِ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ
ۚ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ
Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian
mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang
tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu.
Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.
(Al Jumu'ah 62:5) :
6.
Password تحفيظ القرآن
حَفَّظَ : [ح
ف ظ]. (فعل: رباعي متعد). حَفَّظْتُ، أُحَفِّظُ، حفِّظْ، مصدر تَحْفِيظٌ.
"حَفَظَّهُ القُرْآنَ فِي صِغَرِهِ" : جَعَلَهُ يَحْفَظُهُ عَنْ ظَهْرِ
قَلْبٍ.
Dia menghafal Al-Qur’an ketika dia masih muda. Dia menjadikan
hafalannya sampai ke hati. تَحْفِيظٌ arti asalnya itu memelihari, namun yang
dimaksud adalah memelihari Al Qur’an dengan cara menghafal, agar Al Qur’an
tetap terjaga keasliannya. Surat Al-Hijr Ayat 9
إنَّا
نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ
Artinya: Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan
sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.
7.
Password تدبر القرآن
تدبر ، يتدبر، تدبرا- كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ
لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan
kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan
supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (QS. Shad: 29)
تدبر itu mengkaji
Al Qur’an dengan seriuas untuk mengambil makna dan pesan darinya. تدبر boleh tanpa
membunyikan lafatnya, yakni membaca dalam hati dengan memperhatikan kalimatnya.
Hal berbeda dengan قرأ yang harus membunyi
lafatnya.
تدبر القرآن هو
تفهم معاني ألفاظه والتفكر فيما تدل عليه آياته مطابقة، وما دخل في ضمنها، وما لا
تتم تلك المعاني إلا به، مما لم يعرج اللفظ على ذكره من الإشارات والتنبيهات
وانتفاع القلب بذلك بخشوعه عند مواعظه، وخضوعه لأوامره، وأخذ العبرة منه"
Tadabur Al-Qur’an adalah memahami
makna-makna ayat-ayatnya dan merenungkan apa-apa yang ditunjukkan oleh
ayat-ayatnya, apa saja yang termasuk di dalamnya, dan apa saja makna-makna itu
yang tidak akan lengkap tanpanya, yang tidak lupa disebutkan kata itu dalam
bentuk tanda-tanda dan peringatan-peringatan, dan hati akan memperoleh manfaat
darinya dengan rendah hati ketika menerima nasehatnya, tunduk pada
perintah-perintah-Nya, dan mengambil hikmah darinya.
Ibnul Qayyim rahimahullah menyatakan,
“Apabila engkau ingin memetik manfaat dari Al-Qur’an, maka fokuskan hatimu saat
membaca dan mendengarkannya. Pasang baik-baik telingamu dan posisikanlah diri
seperti posisi orang yang diajak bicara langsung oleh Dzat yang
memfirmankannya. Al-Qur’an ini makin sempurna pengaruhnya bergantung pada
faktor pemberi pengaruh yang efektif, tempat yang kondusif, terpenuhinya
syarat, terwujudnya pengaruh, dan ketiadaan faktor yang menghalanginya.
Turunan dari password tersebut di
atas masih banyak, antara lain: تعليم القرأن,
تفسير القرأن, كتب القرأن dsb.
Wallahu “alam bishawab.
Posting Komentar untuk "PASSWORD BERINTERAKSI DENGAN AL QUR’AN"